Hari ini, aku dikagetkan dengan setumpuk kartu undangan pernikahan
di meja kantor. Aku kira salah satu rekan kerjaku yang akan segera menikah. Ternyata
bukan. Sekejap aku tak mempedulikan, tapi beberapa menit kemudian aku penasaran
juga ingin membukanya. Aih, ternyata ada juga undangan yang diperuntukkan
padaku.
Hmm... aku mengingat-ingat siapa nama yang mengundang ini,
dan rupanya ya, aku mengenal ibu ini, yang akan menikahkan anaknya. Lalu aku
buka. Jleb, sontak hatiku berdesir hebat membaca nama calon pengantin laki-laki
yang tertulis di surat undangan itu. Benarkah dia? Hatiku meyakinkan. Lalu kubaca
nama kedua orang tuanya yang tertulis di lembar belakang surat itu. Tidak salah
lagi, itu memang dia.
Dia yang pernah aku kenal walau sekejap menambah rentetan
kisah hidupku. Ada sesak, meski lama telah aku coba melepasnya. Ingin menangis,
meskipun tak pantas hal ini ditangisi. Pikiranku mulai hilang fokus. Presentasiku
buyar dengan pikiran yang semrawut. Aaarrggghhh.... kenapa harus jadi
berantakan?? Apa urusanku, kisahnya denganku sudah lama berakhir. Well, seperti
emosi dan gejolak perasaan ini belum mampu sepenuhnya aku kendalikan. Disini aku
menyadari betapa lemahnya diri.
Pikiran jahat mulai merasuki ruang prasangkaku. Aku yang tak
sempurna, aku yang hanya berasal dari keluarga sederhana, dan aku sarjana yang
bukan lulusan universitas terkemuka, serta berbagai prasangka kecut tentang
diri mulai menyerbu ruang kosong pikiranku. Bahwa, dia memang pantas
mendapatkan wanita yang lebih segalanya dariku. Berasal dari keluarga
terpandang, lulusan perguruan tinggi ternama, dan fisik yang sempurna, serta
usia yang jauh lebih muda. Amboi.
Astghfirullah, Robbii...
Apa yang terjadi dengan diri ini?
Adakah aku lupa atas segala kehendak-Mu?
Sungguh tiadalah skenario ini melainkan Engkau jadikan indah
di setiap alur dan settingnya.
Kecewa, sakit, dan menyesakkan, mungkin adalah gejolak emosi
sesaat.
Lalu, saat kusadari takdir-Mu begitu indah menampakkan
kuasa-Mu
Apatah daya manusia yang lemah ini.
Akan ada waktu dimana Engkau tampakkan kuasa-Mu tentang
sebuah takdir. Takdir cinta dalam kisah pasangan anak manusia, yang begitu
indah dan istimewa. Seorang lelaki yang Kau takdirkan sebagai pasangan hidupku
kelak, yang baik akhlaknya, yang tulus hatinya, yang penyayang, serta dapat
menuntunku lebih dan lebih dekat lagi dengan-Mu. Aamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar