Jumat, 09 Oktober 2015

Disadari & Disabari

Hari ini, aku dikagetkan dengan setumpuk kartu undangan pernikahan di meja kantor. Aku kira salah satu rekan kerjaku yang akan segera menikah. Ternyata bukan. Sekejap aku tak mempedulikan, tapi beberapa menit kemudian aku penasaran juga ingin membukanya. Aih, ternyata ada juga undangan yang diperuntukkan padaku.
Hmm... aku mengingat-ingat siapa nama yang mengundang ini, dan rupanya ya, aku mengenal ibu ini, yang akan menikahkan anaknya. Lalu aku buka. Jleb, sontak hatiku berdesir hebat membaca nama calon pengantin laki-laki yang tertulis di surat undangan itu. Benarkah dia? Hatiku meyakinkan. Lalu kubaca nama kedua orang tuanya yang tertulis di lembar belakang surat itu. Tidak salah lagi, itu memang dia.