Hari ini, aku dikagetkan dengan setumpuk kartu undangan pernikahan
di meja kantor. Aku kira salah satu rekan kerjaku yang akan segera menikah. Ternyata
bukan. Sekejap aku tak mempedulikan, tapi beberapa menit kemudian aku penasaran
juga ingin membukanya. Aih, ternyata ada juga undangan yang diperuntukkan
padaku.
Hmm... aku mengingat-ingat siapa nama yang mengundang ini,
dan rupanya ya, aku mengenal ibu ini, yang akan menikahkan anaknya. Lalu aku
buka. Jleb, sontak hatiku berdesir hebat membaca nama calon pengantin laki-laki
yang tertulis di surat undangan itu. Benarkah dia? Hatiku meyakinkan. Lalu kubaca
nama kedua orang tuanya yang tertulis di lembar belakang surat itu. Tidak salah
lagi, itu memang dia.